Search for content, post, videos

Yuk, Kenalan Dengan Beragam Genre Musik Dugem

ww

Kalau lagi ngomongi soal dugem rasanya nggak lengkap kalau kita nggak bahwa nama David Guetta dan Calvin Harris. Yahh, kedua nama tersebut emang sangat familiar dikalangan pecinta musik dugem. Nah, ngomong-ngomong soal dugem, kamu tahu nggak kalau ternyata musik dugem itu banyak genre nya lho. Penasaran kan? Yuks, langsung disimak aja.

House music

house-music-2-1471854107

House music sendiri merupakan genre dalam musik EDM yang paling banyak diterima oleh publik. Hampir semua musik Top 40 dipengaruhi house music, begitu pula sebaliknya. Genre musik ini berasal dari kota Chicago, Amerika. Kata “house” sendiri diambil dari nama sebuah kelab malam di kota itu, The Warehouse.

Ciri khas house music adalah tempo yang upbeat, groovy dan kadang didominasi oleh kord piano dengan tempo sekitar 126-128 beats per minute (BPM). Saking populernya, genre ini punya berbagai macam sub-genre tersendiri:

  1. Acid House: House music dengan sedikit pengaruh trance dan techno. Temponya sedikit lebih cepat daripada musik dari genre yang sama pada umumnya. Biar lebih paham, coba dengar track dari James “Jack Rabbit” Martin yang ini.
  2. Electro House: Deadmau5, David Guetta dan Zedd merupakan sebagian DJ Electro House yang sedang naik daun. Hampir semua musik Electro House memiliki “drop”, seperti track milik Strobe milik Deadmau5 ini.
  3. Dutch House: dari namanya sudah terlihat kalo sub-genre ini berasal dari negeri Belanda. Dutch House sendiri merupakan salah satu sub-genre yang mulai populer, bahkan di Indonesia juga. Biar lebih ngeh, dengerin deh track dari Hardwell – Spaceman dan Chuckie & Junxterjack – Make Some Noise ini.
  4. Progressive House: ciri khas dari sub-genre ini adalah tempo musik yang semakin meningkat, hampir mirip dengan musik trance. Coba dengerin track dari CLMD – Black Eyes & Blue atau Calvin Harris – Summer yang sekarang lagi hits.
  5. Deep House: ini merupakan sub-genre yang bisa dibilang paling chill. Musik Deep House sering dimainkan di cafe atau kelab yang memiliki atmosfer santai. Contohnya? Coba denger Noir & Haze – Around, Oliver Helden– Gecko, dan Faul & Wad Ad VS Pnau – Changes.

Sebenarnya masih ada beberapa sub-genre lain. Kalau kamu memang tertarik lebih lanjut, simak aja DJ-DJ yang ada di list ini.

Trance

dw

Trance merupakan genre EDM yang berkembang di Jerman pada awal dekade 90-an. Karakteristik utama musik ini ialah tempo yang berkisar dari 125-160 BPM serta alur yang naik turun. Secara harfiah, trance berarti keadaan ketika kamu berada di alam bawah sadar. Sesuai namanya, musik trance ini bisa bikin kamu terhipnotis dan merasa senang atau sedih. Sensasi emosional ini tercipta melalui kombinasi berbagai ritme dan layer musik, dengan melodi dan vokal yang repetitif.

Kalau kamu penasaran, coba deh dengerin beberapa musik trance yang ada di bawah ini

– Armin Van Buuren feat. Miri Ben Ari – Intense
– BT – Skylarking
– Above & Beyond – Alchemy

Udah memutar semuanya? Kemungkinan besar kamu bakal memperhatikan kalau musik trance itu banyak ragamnya. Tinggal pilih sub-genre mana yang pas di telinga kamu.

Techo

q

Genre ini sendiri muncul di Detroit pada awal 1980. Sebagai bagian dari EDM, ciri khas musik techno ialah penggunaan berbagai teknologi baru dalam dunia musik. Sebagian besar musik techno merupakan kombinasi synthesizer, hentakan drum, serta sequencer.

Di bawah ini ada beberapa DJ yang dikenal dengan pengaruh techno di setiap setnya:

– Carl Cox
– Adam Bayer
– Richie Hawtin

Techno juga punya sub-genre, yaitu minimal techno. Minimal techno menggunakan sampling musik yang lebih sedikit dan repetitif. Mottonya: less is more. Tertarik? Coba dengarkan Droplex -Dance dan Daniel Portman-Rock the Funk.

Dubstep

images

Dubstep pertama kali diperkenalkan di London pada akhir tahun 90-an. Musik ini punya sound yang khas serta komposisi bass yang nggak beraturan dan terdistorsi.

Dubstep tidak cuma dimonopoli sama Skrillex aja. Ada banyak musisi dubstep lain yang harus kamu dengarkan. Coba deh simak beberapa track ber-genre dubstep yang ada di bawah ini:

– Knife Party – Centipede
– Flux Pavillion – I can’t stop
– Mount Kimbie – Carbonated (post-dubstep)

Chiptune

Chiptune

chiptune adalah musik yang dibuat dari sound format yang telah di syntesizekan secara realtime oleh computer atau video game sound chip. Chiptune sangat popular pada periode pertengahan 1980s sampai akhir 1980s dimana pada saat itu untuk membuat musik dengan computer hanya tersedia sound chip tersebut. Medium tersebut memberikan fleksibilitas kepada para composer dalam menciptakan instrument sendiri, tetapi dikarenakan sound chip komputer pada saat itu hanya tersedia simple tone generator dan noise generator, mengakibatkan keterbatasan dalam menciptakan sound yang lebih complex. Chiptune kadang terdengar sedikit kasar dan menciut-ciut. Bagi para pendengar yang tidak biasa dengan musik tersebut dan chiptune juga sangat berhubungan dekat sekali dengan video game music.

New Wav

unnamed

New wave adalah sebuah subgenre dari musik rock yang muncul pada pertengahan hingga akhir 1970-an selain punk rock. Istilah ini pada awalnya identik dengan punk rock sebelum dianggap sebagai genre di dalam dirinya sendiri yang menggabungkan aspek musik elektronik dan eksperimental, subkultur mod, dan disko, rock dan musik pop tahun 1960-an. Sementara itu digabungkan banyak suara punk rock asli dan semangatnya, seperti penekanan pada lagu pendek dan punchy, hal itu ditandai dengan kompleksitas yang lebih besar di dalam musik dan lirik. Terjadi kebangkitan musik ini pada tahun 1990-an dan 2000-an. Tindakan dipengaruhi oleh musik New Wave telah menjadi populer pada 2004, dan genre kemudian berpengaruh pada gerakan indie rock.

Sebenarnya masih banyak genre-genre EDM lain di luar sana, tapi semoga yang diulas di atas cukup sebagai pengantar. Dan berhubung saya nggak punya penulis yang mengambil gelar khusus di Ilmu EDM, saya selaku penulis minta maaf kalau ada beberapa hal penting yang nggak tertulis di artikel ini. Kalau punya DJ kesayangan yang belum sempat tersebut, kamu tinggal komentar aja kok. Jangan lupa bookmark artikel ini buat bahan referensi musik kamu, yah!