Search for content, post, videos

Deretan Solois Indonesia Yang di Kenal Dunia

w

Kalau kemarin gua udah ngebahas beberapa band Indonesia yang berhasil mengharumkan nama Tanah Air ke mancanegara, kali ini gue mau bahas beberapa solois berdarah Indonesia yang juga ngebawa nama Tanah Air ke Khalaya Luar. Wahh, siapa aja ya kira-kira? Yuk, intip!

Rhoma Irama

qd

Kamu yang menyukai musik dangdut mungkin sudah tidak asing lagi dengan solois satu ini. Yah, pada awal kemunculannya, penyanyi yang akrab disapa Bang Haji ini punya gaya dan warna musik yang beda dari aliran musik yang lagi hit era 1970-an. Ketika jalur musik lagi dikuasain musik hard rock dan progressive rock, Bang Haji malah muncul dengan orkes Melayu yang dikombinasiin sama bunyi gitar ala Deep Purple. Selain memiliki massa yang besar di Tanah Air, Bang Haji juga punya penggemar setia di Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura.

Daniel Sahuleka

da

Musisi berdarah Maluku-Sunda ini aktif bermusik di Belanda sejak akhir 1970-an karena dia memang menetap di Negara Kincir Angin sejak berumur 10 tahun. Meskipun karier bermusiknya dimulai di sana, Daniel tetap ngakuin Indonesia sebagai tanah kelahirannya. Dia dikontrak oleh label Polydor (Belanda) sebagai label rekaman album-albumnya.

Agnes Monica

ag

Kalo mantan artis cilik yang satu ini udah enggak diraguin lagi prestasinya. Segudang prestasi udah dia raih, secara enggak langsung juga bawa nama Tanah Air dikenal masyarakat mancanegara. Agnes pernah duet sama penyanyi senior Amerika, Michael Bolton buat masuk ke album Bolton khusus edisi Asia. Dia juga pernah masuk nominasi “Worldwide Act Asia Pasific” dalam ajang MTV Europe Music Awards 2011. Pada 2014, dia juga ngerilis single berjudul “Coke Bottle” bareng produser hip hop tenar Amerika, Timbaland.

Joey Alexander

jo

Joey yang baru berumur 13 tahun juga ikutan ngangkat nama Indonesia di mata dunia. Seberbakat Indra Lesmana di waktu muda, Joey udah bisa mainin komposisi John Coltrane, Thelonious Monk dan Chick Corea di umurnya yang baru 10 tahun! Pada 2014, dia main di Copenhagen Jazz Festival dan International Java Jazz Festival di Jakarta. Setahun setelahnya, dia main di Montreal International Jazz Festival dan Newport Jazz Festival. Yang paling membanggakan, album perdana Joey, My Favorite Thing, ngedudukin peringkat dua untuk nominasi Grammy Awards Best Jazz Instrumental Album dan Best Improvised Jazz Solo. Joey juga musisi Indonesia pertama yang dapat kesempatan main di Grammy Awards 2016.

Indra Lesmana

indra-lesmana121022b

Kalau di 2016 ada Joey Alexander, di 1970-an ada Indra Lesmana yang jadi prodigy dari Indonesia. Indra udah kenal jazz dari umur 10 tahun dan berlanjut sampai sekarang. Sekitar umur 12 tahun, dia sekolah musik di New South Wales, Conservatory School of Music, Sydney. Pada 1984, di usia yang masih sangat muda, Indra udah ngerilis album perdananya, No Standing lewat label jazz Amerika, Zebra Records. Album berikutnya, For Earth and Heaven (1986), juga dirilis label yang sama. Dua single dari dua album awal Indra ini berhasil ngedudukin peringkat satu di tangga lagu radio di Amerika Serikat. Dia juga enggak jarang keliling acara jazz dunia kayak ke Berlin, Tokyo dan Kuala Lumpur.

Nike Ardila (Almarhum)

nike

Waktu terhitung singkat buat Nike Ardilla nikmatin masa kejayaannya (1988—1995). Namun dalam waktu kurang lebih enam tahun itu, Nike berhasil ngegaet banyak penggemar, ngejual jutaan kopi album sekaligus ngebawa nama Indonesia ke Malaysia dan Singapura. Nike punya basis massa yang enggak kalah banyak di kota-kota di Malaysia. Saking besar fanbase Nike di luar sana, George Quinn, Dekan Fakultas Studi Asia di Universitas Nasional Australia, nyandingin Nike dengan Wali Songo pada kepercayaan muslim Jawa, dalam hal ziarah yang dilakuin penggemar setianya seperti ziarah yang dilakuin masyarakat Jawa untuk Wali Songo.

Majalah Asia Week juga nyebutin “In Dead She Soared” buat almarhum Nike karena setelah ketiadaannya, dia masih memiliki jutaan penggemar baik dalam maupun luar negeri. Seandainya dia punya waktu lebih lama lagi, pasti lebih banyak lagi penggemar Nike Ardilla di luar Indonesia.

Udah cukup bukti kalau musisi Indonesia bisa juga unjuk taring di luar sana. Semoga prestasi mereka bisa bikin lo bangga sebagai warga negara Indonesia dan tambah semangat buat berkarya. Enggak mesti musik, cintai aja dulu apapun yang lagi lo kerjain sekarang.